Rabu, 29 Mei 2013


Street punk adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan genre musik. Street punk biasanya keras, cepat dan ofensif. bajingan jalanan biasanya berpakaian dalam pakaian perbudakan, (celana perbudakan, ikat pinggang dan jaket) jaket kulit dicat warna-warna cerah atau dengan logo band atau frase dengan paku dan kancing, jaket denim (asam dicuci atau tidak) dihiasi dengan paku, kancing, patch, pin, Band kemeja, ketat atau tidak, biasanya dengan lengan dipotong. Banyak orang melihat anak-anak dan mereka melihat penjahat, dan preman. Padahal, jika Anda mendapatkan untuk berteman dan mengenal beberapa bajingan jalanan, mereka menyenangkan dan biasanya mudah bergaul dengan. Di antara banyak sifat buruk, alkohol adalah salah besar. Jalan punk biasanya diejek oleh anak-anak berkerak, anak-anak hardcore, dan emoes. Padahal, biasanya mereka melawan, karena punk jalanan tidak mengambil kotoran dari siapa pun. Meskipun kepercayaan umum, bajingan jalanan tidak idiot. Mereka adalah anak-anak dari jalanan. Street punk adalah tempat di mana mereka merasa seperti milik mereka, biasanya karena mereka merasa seperti mereka bukan bagian dari masyarakat arus utama.
ini Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.contoh street punk adalah Oi awal! gerakan. Gerakan ini dimulai karena kebanyakan anak-anak yang sakit dari punk populer seperti Sex Pistols (yang semua anak-anak kaya mencintai, dan membuat tren mereka). Anak-anak ini merasa terasing dari masyarakat arus utama.
dan Budaya ini pada awalnya berunsurkan politik berhaluan kiri dan anarki. Kebanyakannya diikuti oleh belia kelas bawah (terutamanya punk di London). Kemudian ianya berkembang menjadi budaya yang didefinisikan melalui fesyen, muzik, seni, media dan kelakuannya tersendiri, yang selalunya mengejutkan, gelap dan berunsur pemberontakan.
Rock punk berpengaruh besar dalam mempopularkan budaya punk; muzik seakan-akan punk bermula di Amerika Syarikat pada lewat 1960-an, dan dipanggil proto-punk, namun rock punk secara amnya bermula di New York dengan kugiran punk seperti The Ramones dan Blondie pada tahun 1976, dan mula mendapat perhatian dari media apabila band seperti the Sex Pistols dan The Clash di London meledak pada tahun 1977.
dan ada yang mengatakan bahwa pengaruh punk rock itu masuk ke Indonesia pada dekade 1970-an, ada pula yang mengatakan bahwa pengaruh itu masuk pada dekade 1980-an
dan Dalam kamus bahasa Indonesia, punk diartikan sebagai anak muda yang masih “hijau”, tidak berpengalaman, atau tidak berarti. Bahkan diartikan juga sebagai orang yang ceroboh, sembrono, dan ugal-ugalan. Istilah tersebut sebetulnya kurang menggambarkan makna punk secara keseluruhan. Dalam “Philosophy of Punk”, Craig O’Hara (1999) menyebut tiga definisi punk. Pertama, punk sebagai trend remaja dalam fashion dan musik. Kedua, punk sebagai keberanian memberontak dan melakukan perubahan. Terakhir, punk sebagai bentuk perlawanan yang “hebat” karena menciptakan musik, gaya hidup, komunitas, dan kebudayaan sendiri. ini adalah gambaran bahwa punk adalah chaos

















Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama

Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya

Punk Community
Anarcho Punk
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.
Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.

Tidak ada komentar: